Dua Puluh Satu


Hari ini, 28 Juli 2017, aku genap berusia 21 tahun. Usia yang bisa dibilang sudah cukup dewasa. Tanggung jawab yang diemban pun semakin besar. Banyak orang bilang, usia 20-an adalah usia keemasan, di usia ini lah kita seharusnya mampu berbuat banyak untuk kehidupan diri kita sendiri maupun kehidupan orang lain.

Pada ulang tahunku kali ini, aku merasa banyak perbedaan pada diriku secara emosional. Simple, akhir-akhir ini aku sering merenung tentang hidupku. Iya, kehidupan dan keberadaanku yang masih belum maksimal untuk memberikan impact terhadap orang-orang di sekitarku. Dengan bertambahnya usia ku sekarang, entah kenapa idealisme ku justru semakin tinggi. Prinsip bahwa hidup tidak boleh mediacore semakin membuat gelisah. Aku masih belum mampu memberikan warna pada kehidupan ku sendiri. Hingga pada suatu saat aku mulai merenung dan berpikir “mungkin aku hidup terlalu memikirkan hidupku sendiri tanpa berusaha menjadi manfaat bagi orang lain”.

Hal itupun akhirnya membuatku merubah doa yang selalu aku panjatkan ketika aku meniup lilin kue ulang tahunku. Jika dahulu  aku selalu  berharap Tuhan selalu memberiku kesehatan, kebahagiaan, dan panjang umur serta kesuksesan dalam hidupku, sekarang aku baru sadar ada satu elemen yang terlupakan dalam doaku. Aku berdoa kepada Tuhan, jadikanlah umur panjang dan hidup yang Kau berikan dalam hidupku mampu menjadi manfaat bagi diriku,agamaku, tanah airku dan orang sekelilingku, bukan  usia yang panjang dan sia sia; jadikan kebahagiaan yang Engkau berikan dalam hidupku  tidak hanya untukku seorang namun juga menjadi kebahagiaan untuk  orang lain.

Selamat memasuki usia ke-21! 

Comments

Popular posts from this blog

Ospek dan Bullying (The Invisible Hurt)

Being An Introvert Is Not A Sin ( Menjadi Seorang Introvert Itu Nggak Dosa )