Ngapain kuliah jauh-jauh?


Hello! Dipostingan pertama gue kali ini, gue mau sedikit cerita pengalaman yang bisa dibilang nggak mengenakkan buat gue dan berharap bisa menginspirasi kalian yang membaca ini.

Gue seorang mahasiswa akuntansi semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Sampai sejauh ini gue sering denger omongan orang yang underestimate mahasiswa akuntansi atau mahasiswa ekonomi ( in general ) walaupun secara implisit. Singkat cerita, baru-baru ini gue dapat cemoohan dari seseorang yang bisa dibilang deket karena masih ada hubungan keluarga sama ini orang (sebut saja X). Dia bilang "Ngapain kuliah akuntansi jauh-jauh? Cuman akuntansi doang" Walaupun si X ini nggak ngomong langsung ke gue, melainkan sama nyokap tapi tetep aja bikin panas kuping gue ketika denger omongan ini. Gue diem aja sambil mesem ketika nyokap cerita ini ke gue.

Tujuan gue nulis  ini bukan untuk menyebarkan kebencian dan sebagainya tapi buat berbagi pengalaman dan meyakinkan ke orang-orang yang mungkin ingin melanjutkan kuliah di tanah rantau yang jauh dari kampung halaman tapi masih mikir-mikir lagi karena mengalami hal yang sama kaya gue dan dapet pressure dari pihak luar.
"Ngapain sih kuliah jauh-jauh? Akuntansi pula, di sini juga banyak". Let me answer this question.
Alasan pertama gue ngelanjutin pendidikan, especially bangku kuliah bukan cuma hanya ilmu yang gue dapet di dalam kelas, tapi bagaimana gue berproses selama menjadi mahasiswa.Gue yakin dengan gue kuliah di perguruan tinggi yang memiliki "nama", gue bisa berproses dalam banyak hal, Bertemu orang dari berbagai penjuru nusantara, saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang banyak hal, dan keuntungan-keuntungan lain  yang mungkin gak bisa gue dapet jika gue nggak melanjutkan pendidikan di intitusi yang besar.

Kedua, alasan gue adalah kualitas pendidikan. Walaupun di kampung halaman gue juga banyak intitusi yang menyediakan program studi akuntansi, tapi gue yakin pasti ada yang berbeda. Gue analogiin aja nih.
Banyak banget merk mobil dari A-Z, dengan harga yang bervariasi. Katakanlah Mobil Alphard atau BMW, mengapa sangat menjadi  idaman bagi  banyak orang? Selain karena ke-prestisius-annya, tentu karena keunggulan yang ditawarkannya. Atau jangan mobil deh, let's say HP. Kenapa HP samsung begitu menjadi primadona bagi banyak orang dibanding dengan HP "A", misalnya. Tentu karena spesifikasi yang ditawarkannya lebih menarik. Kalau spesifikasinya sama, mana mau orang membeli HP Samsung yang harganya lebih mahal dibanding HP "A"?
Sama halnya dengan pendidikan. Institusi pendidikan memiliki sesuatu yang mereka tawarkan. Dengan didukungnya kualitas pendidikan, tenaga pengajar, dan fasilitas yang diberikan, tentu akan sangat menunjang dalam mendapatkan ilmu.
Kita ini sudah hidup di tahun 2017, bukan lagi hidup di jaman batu. Pemikiran kolot dan angat kadaluarsa ini harus dibuang jauh-jauh. Kita sudah hidup di era MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) dimana pesaing kita bukan hanya berasal dari dalam negeri tetapi seluruh orang di ASEAN. Dunia kita ini makin kompetitif coy! Maka dari itu, mendapatkan pendidikan yang terbaik adalah hal yang sangat penting. Banyak orang-orang di negeri ini menimba ilmu bahkan sampai keluar negeri seperti Jerman, US, UK, dan sebagainya. Kita harus akui bahwa mereka memang memiliki kualitas pendidikan yang sangat tinggi. Lagi-lagi, buat apa kuliah sampai ke luar negeri? Ya untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik.


So, buat kalian yang mungkin mengalami hal yang sama, gue harap kalian tetep perjuangin cita-cita kalian dan keinginan kalian buat mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk bisa menjadi penerus bangsa yang keren dan punya impact yang besar. Semangat!!

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Satu

Ospek dan Bullying (The Invisible Hurt)

Being An Introvert Is Not A Sin ( Menjadi Seorang Introvert Itu Nggak Dosa )