Being An Introvert Is Not A Sin ( Menjadi Seorang Introvert Itu Nggak Dosa )
Pernah mendengar kata introvert, ambivert, dan ekstrovert?
Nah, kali ini gue akan membahas tentang introvert. Sejauh gue mengenal diri gue, gue bisa menilai termasuk tipe orang yang seperti apa diri gue, dan ya, I'm an introvert. Walaupun nggak ada seorangpun di dunia ini yang 100% introvert ataupun ekstrovert, melainkan ada sifat yang lebih mendominasi dalam diri seseorang. Kebanyakan orang menganggap orang introvert itu orang yang pemalu, nggak pede, nggak bisa sosialisasi, penyendiri, gak bisa bergaul, gak rame, gak asik, gak bisa sukses dan sebagainya yang intinya banyak sudut pandang negatif dari orang lain untuk seorang introvert. Tapi pada kenyataannya, gue sendiri merasakan hal tersebut nggak sepenuhnya benar. Siapa bilang introvert nggak bisa ngomong depan umum? Siapa bilang orang introvert nggak bisa bersosialisasi? Siapa bilang introvert nggak bisa diajak diskusi? We actually can! Tapi memang hal-hal tersebut tidak membuat kami nyaman. Walaupun memang, gue sendiri lebih prefer untuk ngomong empat mata dari pada ngomong di suatu forum. But it doesn't mean I can't do it.
Pada sebagian budaya masyarakat, tipe ekstrovert cenderung lebih disukai dan mendapat pandangan postif daripada introvert dengan anggapan kami yang introvert ini memiliki mental dan kehidupan yang kurang baik dibanding dengan para ekstrovert.But i think it's totally wrong. Orang dengan kepribadian introvert pun sebenernya memiliki keseimbangan kesehatan mental dan kehidupan seperti tipe ekstrovert. Gue ambil contoh diri gue. In fact, I'm a singer. It means gue sering banget berada di suatu kondisi untuk "muncul" di depan umum, having dialogue with audiences, and many more. Menurut gue semua yang dilakuin itu harus ada dasarnya, jelas tujuannya, dan ada maknanya. Maka dari itu kenapa dalam keseharian gue cenderung diem, pasif, dan terkesan angkuh. Alasannya ya itu tadi. Gue gak punya alasan jelas untuk bikin small talk dan berinteraksi kalo memang nggak ada sesuatu yang perlu untuk diomongin.Banyak orang bilang "Kok diem aja? Ngomong dong." Seorang itu mereka cenderung memiliki percakapan di kepala mereka. Mereka selalu mempertimbangkan apa yang akan mereka ungkapkan because WE LISTEN WITH THE INTEND TO UNDERSTAND, NOT TO REPLY
Gue heran aja sama orang yang suka mendiskreditkan orang introvert, apalagi "memaksa" seseorang untuk tidak menjadi dirinya sendiri, dalam hal ini memaksa untuk menjadi seorang yang ekstrovert. Tuhan meciptakan putih untuk menjadi penyeimbang kehitaman. Tuhan menciptakan siang dan malam. Ada panas dan dingin, atas dan bawah, Semua itu perlu penyeimbang. Pun sama halnya dengan seorang introvert dan ekstrovert.Semua hal yang gue sebutin di atas itu diperlukan sesuai kebutuhannya. Gue analogiin manusia itu sebagai logam. Ada yang jadi emas, ada yang adi baja, besi, dan sebagainya. Semuanya itu diperlukan dan memiliki fungsinya masing-masing terlepas tinggi atau rendahnya nilai hal tersebut.
So, buat yang baca ini gue harap nggak ada lagi judgement ke orang lain especially to an introvert. Thank you for stopping by to my blog!!
So, buat yang baca ini gue harap nggak ada lagi judgement ke orang lain especially to an introvert. Thank you for stopping by to my blog!!

Nice. Good job ! 👍
ReplyDeleteUnch. Wkwkwk
DeleteWe listen to understand not to reply. That's it. Tapi kadang kala semakin kita menunjukkan we are an introvert, semakin orang beranggapan kita jadi show off atau bahkan mereka melihat kita mencari-cari pembenaran atas tindakan kita selama ini yang mereka anggap sebagai ansos?
ReplyDeleteWell, actually bukan mencari pembenaran, tp menunjukkan kebenaran. Jiaah. Wkwk
DeleteBukan show off juga sih. Tanpa kita ngomong we arr an introvert merrka pasti udh punya judgrment akan hal itu. Setiap manusia harus sadar bahwa satu sama lain itu nggak sama, punya cara hidupnya masing2, dan punya jalan masing2